Employees Characteristics in Knowledge Transfer and Knowledge Performance



Authors: Saide, Hsiao-Lan Wei, Apol Pribadi Subriadi, Nurul Aini, and Nesdi ER

While most studies are concerned with the industry, but for non-profit organizations has no received much attention. Various have highlighted KS for creates value, however an obstacle from the perspective among employees still exists. The main problem is still difficult because employees will not share their knowledge. This study investigated factors and develop that influence KS among employees of non-profit organizations in Indonesia. The survey 364 respondents were used, 325 were returned, and 39 were not returned. Likert and smart PLS to confirm construct. This paper conclude factors that helping others, trust, soft reward, and personality of employees motivation are factors which influencing the KS behaviour. Finally, the findings were discussed. 

Full article: http://aircconline.com/csit/csit654.pdf#page=76


0 komentar:

Sinergi Akademik dan Organisasi

KOTA (RIAUPOS.CO) – Sebagai salah satu alumni yang memilih mengabdi di kampus, Saide ingin para mahasiswa yang di kampus tempatnya dulu berjuang menimba ilmu lebih maju. Menurutnya, salah satu kuncinya adalah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk mencapai tujuan setelah lulus kuliah kelak. Terutama bila ingin melanjutkan studi dan meningkatkan kemampun keilmuan.

sss


Saide memperhatikan, mahasiswa saat ini punya banyak mimpi tapi perlu didampingi. Didampingi menurutnya bukan hanya dalam konteks konsep, tapi benar-benar duduk di samping mereka hingga mereka akhirnya menghasilkan sesuatu. Selain itu menurutnya mahasiswa juga harus sadar bahwa saat ini mahasiswa seharusnya tidak lagi disuapi apa yang harus mereka buat.

Kalau ingin mendapatkan lebih dan apabila saat berkarir nanti ingin dibayar lebih, bukan hanya soal etika yang harus diperhatikan. Tapi koneksi dan relasi juga harus diperhatikan. Bukan hanya relasi pada dosen dan sesama mahasiswa, tapi juga relasi pada alumni, calon mitra kerja di masa depan. Dan itu semua menurut Saide harus dipersiapkan dari sejak mereka masih duduk di bangku perkuliahan.

‘’Artinya mahasiswa harus aktif baik itu di akademik mapun aktif organisasi. Kalau ada orang bilang itu tidak bisa sejalan, paradigma itu harus diubah, karena kedua harus jalan barengan, tidak boleh dipisah. Karena pengalaman di organiasi itu merupakan jembatan bagi mereka,’’ terang mantan Wakil Gubernur Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau ini

Sumber: https://sif.uin-suska.ac.id/sejalan-akademik-dan-organisasi/

0 komentar:

Membuat Curriculum Vitae untuk Study Lanjut / Scholarship

Curriculum Vitae (CV) adalah salah satu persyaratan yang penting saat Anda mengajukan aplikasi, mulai dari aplikasi kerja, aplikasi magang sampai aplikasi untuk memperoleh aplikasi beasiswa. Menulis CV yang baik dan benar membuat aplikasi Anda lebih dipertimbangkan oleh penyeleksi beasiswa dibandingkan aplikasi pelamar beasiswa lainnya. Oleh karena itu, penting untuk Anda mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk membuat CV yang baik supaya bisa mengajukan beasiswa.

1. Cantumkan Data Pribadi Beserta dengan Status Pendidikan

Data pribadi merupakan salah satu informasi yang basis dan fundamental dalam sebuah CV. Untuk itu, pastikan Anda memberikan informasi yang jelas terkait dengan data pribadi, mulai dari nama, alamat rumah sampai kontak yang dapat dihubungi seperti e-mail atau nomor telepon. Cantumkan juga riwayat pendidikan Anda, mulai dari jejaring SMA ke atas. Tak lupa cantumkan pendidikan formal yang pernah Anda ikuti jika ada.

IPK terakhir Anda pun harus dicantumkan karena merupakan salah satu standar yang dapat mengukur kemampuan serta prestasi akademik Anda. Tak hanya itu, IPK juga biasanya dijadikan sebagai bahan pertimbangan awal untuk penerimaan atau pun seleksi kandidat penerimaan beasiswa.

2. Sertakan Karya Ilmiah yang Pernah Anda Publikasikan

Ini tentu berbeda dengan lamaran pekerjaan atau magang, program beasiswa dibuat untuk memberi kesempatan pelajar yang berprestasi untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Sejumlah program beasiswa akan mempertimbangkan karya ilmiah yang pernah Anda publikasikan. Hal ini karena karya ilmiah dapat dikategorikan sebagai prestasi atau pencapaian Anda.

Terlebih jika Anda mendaftar program beasiswa master degree (S1) atau doctoral degree (S3). Karya Ilmiah adalah salah satu hal yang penting, Anda harus memberikan informasi secara detail di mana karya ilmiah Anda diterbitkan, kapan dan dengan topik tentang apa. Hal ini harus dilampirkan supaya pihak penyeleksi dapat mengetahui seberapa besar kompetensi dan minat Anda di bidang yang diminati.

3. Sebutkan Prestasi yang Menunjang

Prestasi pun menjadi salah satu bahan pertimbangan kuat bagi pihak penyeleksi untuk menerima Anda sebagai penerima beasiswa. Pada umumnya beasiswa diberikan untuk pelajar atau pun mahasiswa yang mempunyai kompetensi dan mendemontrasikan kemampuan yang baik dan prestasi merupakan salah satu yang menjadi tolak ukur kemampuan kandidat. Prestasi non-akademik atau pun akademik bisa Anda cantumkan

4. Pengalaman yang Dimiliki

Pengalaman pun menjadi salah satu aspek dan bahan pertimbangan yang sangat penting. Anda dapat mencantumkan pengalaman kerja, magang dan lainnya. Hal ini bisa menjadi nilai pembeda Anda dengan kandidat yang lainnya. Proyeksikan pengalaman Anda secara baik. Tuliskan deskripsi singkat dan jelas terkiat dengan pengalaman, peran Anda sampai durasi pengalaman.

5. Sebutkan Kompetensi dan Relevansi

Penyeleksi bisa menerka kompetensi yang Anda miliki dari hobi, latar belakang, kursus yang diikuti sampai kegiatan dan juga pengalaman. Pastikan Anda menulis semuanya dengan format yang mudah dibaca oleh penyeleksi. Selain itu, pastikan juga CV Anda mempunyai relevansi dengan program beasiswa yang Anda daftar. Semenarik apapun latar belakang yang Anda miliki, tak akan bernilai apa-apa jika tak berhubungan. Hal ini karena, pihak penyeleksi kemungkinan besar hanya akan memilih kandidat dengan relevensi CV yang sesuai dengan tujuan program yang ditawarkan. Untuk itu, pastikan poin yang disampaikan di CV mempunyai kesinambungan dengan tujuan beasiswa yang hendak Anda daftarkan.

Itulah sejumlah tips bagi Anda yang akan membuat CV untuk mengajukan beasiswa. Semoga dengan tips-tips di atas CV yang Anda buat sehingga membawa Anda memperoleh beasiswa yang diincar.

0 komentar:

If Yes, Say Yes. If No, Say No. Don`t Say Wah Wah !!!!

Finally, I managed to say "NO". If we’re afraid, don’t do it; if we decide to do it, don’t be afraid. Perlu waktu yang tidak sebentar memang.

Don’t say “yes” if we want to say “no”. Don’t say “maybe” if we want to say “never”. We can’t hurt people with our decisions. We always want to please, but at the end we are hurting ourselves; it took me a lot of time to learn how to say “no”, but I finally managed. 

Teringat sebuah paper jurnal berindex tahun lalu saya baca, judul nya UNIQUE yakni "IF YES, SAY YES. IF NO, SAY NO. DON`T SAY WAH-WAH" atau "Jika IA, bilang IA. Jika Tidak, bilang TIDAK. Jangan Bilang Kagum-Kagum".

Tentang KEJUJURAN SIKAP dalam INTERAKSI. Tentang "PERBEDAAN" pendapat yang tak jarang dipandang "ANEH" padahal lumrah. Bukankah setiap Insan Dicipta TUHAN dengan karakter nya masing-masing. Bukankah PERBEDAAN adalah Rahmat. Bukankah ROSUL juga Hidup nya berpindah-pindah (Hijrah). 

Kita sepakat dan sadar betul hidup ini 'keras", tapi nasib tidaklah selalu begitu selama "berusaha" (Man Jadda WaJada” alias “yang bersungguh-sungguh yang mendapatkan"). 

Bukankah DIA (Allah SWT) telah menjamin Rizqi. Perut dicipta, sudah disiapkan isi, bahkan ketika masih dalam perut si Ibu sudah dapat makan. Cicak makanan nya terbang-terbang, bukankah Cicak tidak bisa terbang, bisa hidup.

2 komentar:

Analisis Kebutuhan Manajemen Pengetahuan Pada Perusahaan Perbankan

Authors: Saide and Nesdi Evrilyan Rozanda


Sifat pengetahuan yang implisit pada setiap individu dalam perusahaan dapat hilang dari lingkungan PT. Bank Perkreditan Rakyat Tuah Negeri Mandiri Pekanbaru (BPR) dikarenakan karyawan yang mengundurkan diri, mutasi kerja, pensiun lebih dulu, pindah kerja ke perusahaan lain yang menjadi kompetitor bahkan mungkin musibah kematian. Pengetahuan diperoleh melalui proses pembelajaran dan pengalaman yang cukup panjang pada suatu perusahaan oleh setiap individu yang tergabung di dalamnya serta investasi besar dari perusahaan, maka jika sebuah perusahaan kehilangan aset pengetahuan dan pengalaman tersebut akan menjadi sebuah kerugian besar. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan kuisioner yang disebar kepada karyawan, wawancara terhadap pimpinan dan observasi, lalu mengolah data menggunakan SPSS. Selain itu, tulisan ini juga menggunakan metode framework Amrit Tiwana, Michael Zack dan Nonaka Tekeuchi.

Full article: http://is.its.ac.id/pubs/oajis/index.php/home/detail/1458/Analisis-Kebutuhan-Manajemen-Pengetahuan-pada-Perusahaan-Perbankan 

0 komentar: